My Journey To Syar'i



         Setiap orang pasti ngalamin yang namanya naik turunnya kehidupan, kadang seneng, kadang sedih. Termasuk juga keimanan, kadang diatas kadang dibawah. Kadang ibadah rasanya nikmat banget, kadang ngerjain yang wajib aja malesnya gak karuan. Tapi tahukan kamu, Allah Ar Rahman Ar Rahim selalu ingin kita dekat denganNya. Rindu hambaNya. Allah memberikan kita sinyal-sinyal cinta, tapi kita nya aja yang kadang gak sadar. 

          Saya cerita sedikit kisah nyata yang terjadi di diri saya. Beberapa waktu lalu saya masih jauh sekali dari beribadah yang baik. Islam, tapi ngaji jarang, belajar agama jarang, pake jilbab boro-boro kepikiran. Karena saya gak tau kalo pake jilbab itu wajib untuk muslimah yang sudah baligh. 

          Suatu hari temen kantor ada yang baru hari pertama berjilbab, terus kami tanya sama dia, “kenapa nih kok tiba-tiba pakai jilbab?” Sambil santai dia jawab “Iya, aku baru tau ternyata jilbab itu wajib untuk muslimah. Yang diwajibkan ayah dan suami, menyuruh anak perempuan dan istri-istri mereka. Jadi kalo aku gak pakai jilbab, ya bapakku dosa. Kalo sudah punya suami, aku gak pake jilbab, ya suamiku dosa. Padahal yang gak pake jilbab aku, tapi mereka ikutan dosa karenaku. Serem ya?” 

          Jlebbb.... 
          Dari “colekan” Allah lewat temen saya itu semua bermulai. 
Saya mulai cari tau di AlQuran tentang kewajiban menutup aurat, kepada siapa kita boleh tidak memakai jilbab dan seperti apa sih busana syar’i yang diwajibkan Allah untuk muslimah itu. 

         Ketika saya mulai berjilbab, otomatis kita akan mulai malu untuk tidak menjalankan perintahNya. Sayapun mulai melangkahkan kaki ke majelis ilmu. Bukankah itu inti dari journey to syar’i? Berusaha untuk menjadikan diri kita lebih baik dari kemarin. 

         Berbusana syar’i kini sudah sangat banyak kita lihat dimana-mana. Banyak designer mengkhususkan koleksinya pada busana muslim. Bahkan label-label yang harganya terjangkau pun mulai berlomba menawarkan gamis, abaya, khimar yang menyesuaikan dengan karakter pemakainya. Jadi busana syar’i udah jadi lazim, bukan lagi “cuma pakaian ibu-ibu”. Bisa dibilang, mereka berniaga sekaligus mensyiarkan Islam. 

         Untuk busana sehari-hari, biasanya gak cuma model bagus yang jadi pertimbangan. Tapi sesuai gak dengan karakter dan postur kita. Kalo saya karena agak berisi dan tidak terlalu tinggi lebih nyaman dengan gamis model A-line atau model rok lebar. Model ini juga sangat nyaman untuk aktifitas padat, kesana kemari dengan sepeda motor. Jadi walau naik motor, bagian kaki tetap tertutup. Dengan tetap memperhatikan keselamatan ya tentunya... seperti tidak membiarkan bagian bawah rok terjuntai di kanan kiri roda motor, dan memakai dalaman celana panjang atau legging plus kaos kaki. 

          Bahan yang lembut dan menyerap keringat juga sangat penting. Udara siang yang super hot saat ini, jangan sampai membuat kita yang sudah tampil baik eh karena baju gak menyerap keringat jadi bau. Bukankah Rasulullah ﷺ selalu mencontohkan kebersihan dan kerapihan? Yang juga sangat penting gamis yang kita pakai tidak boleh transparan, tidak ketat dan memudahkan berwudhu. 


         Salah satunya kamu bisa dapatkan gamis-gamis keren yang simple, cantik dan bikin kamu bangga berbusana syar’i di instagram AVA.LABLE atau bisa intip di sini untuk order. 

Saranku buat temen-temen muslimah yang belum berhijab, ayo jalankan perintah Allah. Ini Allah loh yang menyerukan. Apa sih yang kita cari di dunia kalo bukan bekal akhirat dan Rahmat Allah? Untuk yang sudah berhijab, yuk sama-sama luruskan niat karena Allah dan Allah saja. Tahukah kamu? setan itu lebih senang menggangu orang yang sudah berhijrah. Gak cuma mengajak ke kesesatan tapi juga mengusik niat dan keistiqomahannya. 

Semoga memberikan manfaat. 

#JourneytoSyari #BlogCompetition #Ava.lable



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada yang mo pasang kawat gigi?

i could never be your woman

Travel Lodge Kemuning Grove