Postingan

Menampilkan postingan dengan label coffeanyone

ga catchy banget

Gambar
Sebagai penumpang kendaraan umum, yang tidak menyetir sendiri (ya iyalah...) melihat-lihat baliho, poster dan billboard adalah kegiatan yang jarang gw lewatkan. Seneng aja liat iklan-iklan baru, poster film (sepertinya cuma film Indonesia yang memasang poster di pinggir jalan) atau promosi event-event di Jakarta. Melihat, memuji kalau okeh dan menghina-dina kalo basi okeh, maaf sebelumnya buat yang bikin gambar ini atau tim yang memutuskan untuk memilih gambar ini jadi poster. mmm... kok menurut gw agak ganggu yah? gak natural gituw (perhatikan rambuat si pemeran utama wanita). Menurut lo mereka sedang apa (ceritanya) waktu gambar ini diambil? a. sedang menari dan berputar, jadi rambutnya terayun kanan kiri b. si cowo tiba2 muncul dari belakang dan si cewe berusaha menghindar c. pingin aja menyibakan rambut biar wajah si cowo terlihat seluruhnya gw pribadi ga anti film Indonesia  , walaupun suk...

surat 'lamaran' yang begitu indah

Gambar
Gw dapet email ini fwd dari temen... isi touchy bange t * jadi berkaca-ka ca* Kalimat yang mesti di ingat "proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah "proses usaha" Mengapa? Karena Dia Manusia Biasa by Ugik Madyo Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir :D manusiawi lah :P). Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe...

Ngantor hari pertama: jetlag, magabut, dan makna dibalik ituw..

Gambar
Setengah 4 pagi lewat dikit…. Huaaaaaaaaaaaaahmmm… udah masuk Jakarta! Cepet juga niy bus. Adzan subuh baru berkumandang waktu kami sampai didepan rumah… I want my pillow…. Kenapa hari ini harus masuk kantor? HRD keparat! Langsung masak air panas buat mandi. Mandi. Sarapan nasi goreng. Tidur lagi sambil pasang alarm 6.30 am Zzzzzzzz….. Bangun tidur kepala rasanya keleyengan dan ga seger. Kok rasanya langit masiy sendu Orang-orang juga pasti masiy pada tidur, atau belum pulang mudik Hiks…. Dan aku tak berpekerjaan hari ini. 2 orang di cubicle kuw masiy blm masuk. Report bulanan dan mingguankuw dah kelar Aktivitas kerja harian belum pulih. Jadi habis report pagi….aku sibuk sekali dengan Multiply, FS, YM temen-temen yang senasib… edit foto liburan kemaren, browsing tempat okeh buat itterenary liburan selanjutnya…. Hehehe…maaf bos magabut today. Lalu seorang teman bercerita dalam jendela yahoo messenger. Tentang kesadaran beragama yang tiba-tiba muncul Tentang tekadnya untuk berdoa setiap...

Ritual Pohon Kelapa dan Nasionalisme

Gambar
Pemuda berkulit hitam itu menyebut dirinya anak pedalaman. Tak tahulah siapa nama aslinya. Akupun tak bertanya lebih lanjut. Kini ia tercatat sebagai mahasiswa jurnalistik di sebuah perguruan tinggi di Jakarta. Sekilas tak ada yang istimewa dari dirinya, tapi tengoklah cerita si sulung ini tentang nasionalisme yang begitu kental mengalir di dirinya... Ia lahir dan besar di suatu daerah di Sumatra Utara sebagai anak petani karet. Nasib membawanya menuntut ilmu di sebuah pesantren di Madura. Konon, hampir setiap 17an ia kena gampar pak guru di tempatnya menuntut ilmu. Pasalnya ia selalu kabur dari kewajiban ikut upacara bendera. Aku pun bertanya "kok gitu, katanya cinta tanah air?" Rupanya ia tak rela peringatan peristiwa yang begitu sakral hanya di hargai "seadanya" Katanya bagaimana mungkin kita disuruh berkumpul di lapangan, hormat pada bendera merah putih yang dipancangkan pada bambu seadanya. Tak ada prosesi menaikan bendera dan upacara terkesan sangat tidak...

Dia bilang “Selamat Mencarii”

Gambar
8.45 pm I pack my bag, turn off the computer and stand up Before I reach the exit door he said: “Yu.. pulang?” “Yup, thanks yah” kataku sambil menengok kearahnya …….. “Selamat mencari ya” langkahnya berusaha mengiringiku dari belakang   “hahaha…” sambil mematut diri di kaca pintu, aku tertawa “lho….beneran, semoga lo temukan apa yang lo cari” “Insyaallah”   ** Malam itu seperti biasa ada forum kajian rutin di kantor, dengan bahasan Kajian Tafsir Tematik Isra' Mi'raj. Tapi seperti biasa bahasan melebar ke mana- mana, dari soal terjebaknya masyarakat hanya pada seremonial, dongeng dan mitos sampai ibadah sehari-hari.   Alhamdulillah, gw selalu menikmati pengkajian kaya gini. Tiap pertemuan ada aja pengetahuan baru yang gw dapet. Walaupun kadang sempet minder karena pengetahuan agama temen2 gw hampir semua di atas rata-rata. Tapi memang berguna banget, secara kalo bukan di pengajian kantor kapan lagi gw sempet diskusi dan bertanya pada yang ahli   Gw ...