Rabu, 17 Januari 2007

‘Ndaku jagoan :P

Kadang jadi anak tuch suka nda tau diri, berat sebelah. Lebih sayang Ibunda ato lebih sayang yanda. Tergantung lebih deket kemana kita.


Gw? Selama ini siy lebih sayang Ibun, secara perempuan ini kayanya always there when I need her. Walau kadang ga bisa bertemu secara fisik, tapi sms Ibun ga pernah absen bikin gw selalu merasa dekat.


Beda dengan Nda yang semenjak remaja kok jadi sosok yang galak dan jadi musuh no.1….  Kaya-nya, kok peraturannya ada aja, serem deh pokoknya.


 


Suatu pagi gw nebeng nda ke kantor. Ga banyak kata yang terucap


Jalanan pagi itu lumayan lancar, ramai lancar...


Sampai di suatu perempatan jalan semua mata pengendara motor dan mobil memandang ke satu arah. Huuummm.... ada centre of attention apa pagi ini?


Rupanya ada 2 orang pengendara motor yang baru saja mengalami insiden “sengol-sengolan”. Kedua pengendara tersebut rupanya sama-sama panas. Motor mereka di pinggirkan dan keduanya turun ke jalan. Adu mulut, emosi makin tersulut, dan 2 orang pemuda yang kira2 berumur 30-an itu mulai pasang kuda-kuda... mau adu jotos.


Sepertinya semua menunggu apa yang akan terjadi. Termasuk gw.


 


Menghadapi situasi seperti ini apa yang akan lo lakukan?


Ikut melihat aja dan do nothing? Menghentikan kendaraan lo dan melerai? Jalan terus sambil berfikir “kira-kira apa yang terjadi selanjutnya yah?”


Kalo Gw mungkin pilihan yang terakhir, karena gw pikir ini bukan urusan gw dan gw bisa apa? Tull ga?


 


Tiba-tiba Nda menghentikan kendaraannya. Kemudian terdengar suara yang lumayan keras: “HEH!!!”


Kedua pemuda yang hendak baku hantam itu langsung diam seribu bahasa sambil menengok ke Nda.


“UDAH! JALAN LAG, BIKIN MACETI!” kedua pemuda itu saling tatap


“HAYO JALAN LAGI!!”


 


Busyet..... Nda! Jantung gw serasa berhenti sedetik trus deg-degan, takut mereka malah marah trus ngalak Nda berantem juga karena ikut campur..


Aduh Nda.... what are you thinkin’? Mereka kan bukan anakmu, ngeri deh..


 


Ajaib, keduanya kembali ke motor masing-masing sambil masih memancarkan rasa marah ke lawannya. “Awas lo ya!” kata pemuda yang satu.... sambil kembali ke motor dan pergi melanjutkan perjalanan... Terhindar satu perkelahian pagi ini. Terhindar pula satu kemacetan.


 


Huaaaaaaaaaaaa..... Ndaku....


Nda mungkin nyebelin, tapi ....... hmm.... salut deh


 

2 komentar:

  1. nda-nya biar jadi polantas aja yukkkk,biar jakarta lebih lancar dan tertib...xixixixi....

    BalasHapus
  2. ga mahuuu... ntar jadi buncit *ups*

    BalasHapus