Postingan

😭

Gambar
- Posted using BlogPress from my iPhone

Belajar lagi

Umur segini kayanya saya lebih mudah belajar lewat mendengarkan daripada membaca. Jadi tempo hari ada kawan lama yang bilang "mbak coba belajar sirah nabawiyah", langsung deh pesen bukunya dan gak lama setelah bukunya dateng langsung baca. Astagfirullah, setelah lama gak biasa baca, susah juga nempelnya. Harus pakai bantuan notes untuk mengingat point2. Mana bacanya juga curi-curi waktu pas lagi bebas tugas. Terus iseng-iseng cek yutup, ternyata ada kajian yang ngebahas sirah nabawiyah sampe 20-an lebih episode. Enak banget nyimaknya, lebih cepet nangkepnya. Walaupun jadi kebawa suasana denger ceritanya. Ngebayangin kalo Rasulullah ada saat ini kaya apa sedihnya beliau liat umatnya yg makin jauh 😭 Hidayah itu memang harus dicari ya, bukan ditunggu. Kalo cuma nunggu.. kapan datengnya. Iya kalo masih ada umur panjang. Kesadaran buat belajar terus ini gara-gara video singkat yang bilang "kita punya 168jam per pekan, masa 2jam aja gak punya waktu untuk belajar?" 😣 Ja...

Melihat kembali niat

Sering kali kita berbuat baik pada orang lain, apakah itu menolongnya saat dalam kesulitan, atau mengikut sertakannya dalam kebahagiaan kita, memikirkan atau sekedar mendoakan yang terbaik untuk orang lain tersebut. Saat itu kita lakukan dengan ikhlas. Dengan senang hati karena ada kedekatan emosional. Misalnya pada keluarga, tetangga, teman dekat atau teman lama. Namun ketika suatu hari orang tersebut tidak melakukan hal yang sama menurut kita, kita akan cenderung mengingat kembali kebaikan kita dulu. Misalnya dulu waktu ia sakit kita rawat, kita bantu kadang dengan mengorbankan waktu dan tenaga kita, eh pada saat musibah terjadi pada kita, orang terdebut tidak melakukan hal yang sama. Atau pada saat kita punya rejeki atau ada acara bersenang-senang, kita ajak mereka ikut serta. Eh pada saat mereka ada rejeki atau ada acara, mereka lupa pada kita. Sebenernya, yang salah adalah yang menengok kembali kebaikan. Ketika kita merasa melakukan kebaikan, dan ikhlas ya sudah ikhlaskan. Jangan ...

*MENYESAL SAAT SAKARATUL MAUT*

Alkisah ada seorang sahabat Nabi bernama Sya’ban RA. Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan sahabat2 yg lain. Ada suatu kebiasaan unik dari beliau yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai dia selalu beritikaf di pojok depan masjid. Dia mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah bersandaran atau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah. Kebiasaan ini sudah dipahami oleh sahabat bahkan oleh Rasulullah SAW, bahwa Sya’ban RA selalu berada di posisi tsb termasuk saat sholat berjamaah. Suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai RasululLah SAW mendapati bahwa Sya’ban RA tidak berada di posisinya seperti biasa. Nabi pun bertanya kepada jemaah yg hadir apakah ada yg melihat Sya’ban RA. Namun tak seorangpun jamaah yg melihat Sya’ban RA. Sholat subuhpun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban RA. Namun yg ditunggu belum juga datang. Khawatir sholat subuh kesiangan, Nab...

Republika

Gambar
- Posted using BlogPress from my iPhone

JIKA MONAS LAKSANA MEKKAH

💐 ..! 💐 Makin mendekat... getaran Iman & Islam ini semakin bergemuruh. Makin menghitung hari 212... makin berkemas untuk menyambutnya dengan TAKBIR. ALLAHU AKBAR..!!! Gelombang Semangat ini sudah tak bisa dibendung lagi. Arus jutaan manusia meluncur deras, menuju Ibukota negeri ini. Mereka datang untuk memekikkan kata : LAA ILAHA ILLA ALLAH - ALLAHU AHAD Teringat Allah berfirman kepada Ibrahim AS : "Yaa Ibrahim serulah semua manusia agar datang ke Baitullah" Ibrahim AS menjawab : "...Yaa Allah bagaimana mungkin akux menyeru kepada semua manusia, padahal diriku amat lemah disisi Mu" Allah pun berfirman: "...Aku yang akan memanggil mereka semua, bahkan kepada setiap bayi dalam kandungan ibunya. Mereka akan datang dari seluruh pelosok negeri, dgn berjalan kaki, berkuda, atau berkendaraan lainnya. Mendekat kepada Baitullah" Sungguh... Panggilan Allah menuju Monas, untuk membela Ayat-ayat-Nya. Laksana Panggilan ke Baitullah. Bisikan-Nya terasa nyaring mem...
*copas dr grup tetangga, nice to read utk pandangan dari sisi mereka supaya kita lebih empati aja, InsyaAllah aman utk dibaca semua, tdk ada yg menyinggung pihak mana pun* ,,,,,,,*Adalah saya akan tak ikut lagi aksi 212???* Saya anggap dunia adalah soal bagaimana hidup dan cari kehidupan.. bagaimana menikmati dan lebih baik dari manusia lain, bagaimana bisa punya status baik, dihargai dengan apa yg dipunya dan sedikit jalan2 menikmati dunia.. Saya anggap orang yg maju dalam agama itu adalah yang berfikiran luas dan penuh toleransi, saya anggap tak perlulah terlalu fanatis akan sesuatu, tak perlu reaktif akan sesuatu, keep calm, be cool... Janganlah sesekali dan ikut2an jadi orang norak... ikut kelompok jingkrang2 dan entah apalah itu namanya.. Saya tak ikut aksi bela agama ini itu kalian jangan usil, jangan dengan kalian ikut saya tidak, artinya kalian masuk syurga saya tidak!, Saya ini beragama lho, saya ikut berpuasa, saya bersedekah dan beramal..Saya bantu orang2, bantu saudara2 say...