Rabu, 14 Desember 2016

Suatu hari di salon

Kamis minggu lalu, setelah sekian lama tidak melakukan perawatan muka, saya pergi ke salon untuk facial. Sebelumnya saya tanya-tanya tempat facial yang bagus disekitar rumah, hasilnya diputuskan menyambangi salon khusus wanita yang treatmentnya lumayan lengkap.
Tujuannya cuma untuk membersihkan komedo. Di meja resepsionis ditawarkan macam-macam jenis treatment. Dari segi harga untuk kawasan luar jakarta termasuk mahal. Perbandingannya, kalau di tempat facial lain sekitar 50ribuan, disini 70-150rb. Tapi dibanding salon jakarta terbilang murah.

Sehari-hari penampilan saya memang casual banget. Hari itu saya ke salon menggunakan kaos polos lengan panjang, celana panjang jeans dan sandal gunung serta jilbab bergo.
Sepertinya terapis yang menangani saya sudah langsung judge me by my look, saya pikir.

Kelihatan banget dia underestimated, saya mungkin disamakan dengan ibu-ibu kampung nih.
Facialnya sakiiit banget. Dipencet-pencet pakai alat untuk mengangkat komedo. Pas saya bilang sakit malah makin diteken. Luar biasa ini salon....... ga rekomen banget.
Katanya, saya belom pernah lihat muka kotor banget gini.....
Halooow.... ya gak harus jadi kasar dong sama customer. Saya kan bayar.

Next treatment pedicur.
Waktu lagi treatment, terapis yang tadi ngobrol sama temennya pake bahasa salon yang sangat mudah ditebak apa omongannya. Ngomongin customer. Hadeeeeh.....

Lagi-lagi kasar si mbak. Sebelum bilasan terakhir, semua alat yang dipakai pedicure di lempar ke baskom yang akan dipakai untuk merendam kaki sayang. Luar binasa.....

Akhirnya selesai dan saya menuju kasir. Lalu balik cari terapis yang tadi untuk kasih tip. Subhanallah mukenye gak ada terima kasih nya, walaupun dia bilang makasih. Trus balik badan sambil ngomong sama temennya "lumayan buat sarapan".
Duh mbak, semoga segera mendapat hidayah ya.....



- Posted using BlogPress from my iPhone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar