Minggu, 08 November 2015

Ikhlas

Copas dari fb temen

Pelajaran sore ini...

TADABBUR : BAB YANG TAK PERNAH USAI…

Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى

Allah azza wa jalla berfirman:

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

“Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak”

(QS: Al-Mudatsir: 6)

Seorang atasan yang baru saja membantu bawahannya keluar dari kesulitan hidup terlihat kesal, rupanya ia tak mendapat perlakuan yang istimewa dari sang bawahan.

Seorang konglomerat yang selalu mendermakan hartanya di jalan dakwah, terlihat bermuram durja saat kehadirannya tak begitu diapresiasi.

Seorang da’i yang siang malam berdakwah di jalan Allah, terlihat begitu jengkel ketika tidak mendapatkan pelayanan yang berarti dari jamaahnya, atau merasa dilupakan oleh murid-muridnya.

Hatinyapun berbisik “Kalau bukan karena saya kalian tidak akan begini dan begitu. Kalau bukan karena saya, maka si fulan tidak akan sesukses itu. Atau mengatakan, “Sayalah yang dulu menunjuki fulan ke jalan hidayah“
.
Tidak, itu tidak boleh terjadi, bahkan ia harus merasa belum berbuat apa-apa. Allah berfirman:

يمنون عليك أن أسلموا قل لا تمنوا علي إسلامكم بل الله يمن عليكم أن هداكم للإيمان

“Mereka mengungkit keislaman mereka kepadamu. Katakan, “Janganlah kamu mengungkit keislaman kalian kepadaku, tetapi Allahlah yang memberikan kepada kalian hidayah kepada iman.” (QS. Al Hujurot: 17).

Begitulah…
Ketika seseorang merasa telah berbuat banyak, kadang dirinya dihadapkan pada perang melawan syahwat khafiyah* yang memintanya agar menuntut pujian atau balasan yang lebih dari apa yang ia diberikan.
Bila bisikan-bisikan itu datang, katakan pada diri:

وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ

“Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak”

(QS: Al-Mudatsir: 6)

Ketahuilah..
Manusia yang paling melelah adalah mereka yang berbuat, kemudian mengharapkan balasan yang setimpal atau lebih dari manusia.
Berbuatlah untuk Allah, bukan untuk dikenang..
Berbuatlah, kemudian berlalulah..
Seperti Musa yang berlalu setelah mengambilkan air untuk dua putri Madyan.

Yakinilah…
Bila manusia melupakan kebaikanmu, maka Allah takkan melupakannya.
Bila kebaikanmu tak tertulis indah dalam diary orang lain, maka ia akan terukir indah disisi-Nya.

Sekali lagi.. Ikhlas adalah bab yang takkan pernah usai, hingga ujung usia.

Catatan:

*Syahwat Khafiyah adalah keinginan-keinginan yang tersembunyi di balik setiap tindakan

Wallahu a’lam
_________________
Madinah 23-01-1437 H
ACT El-Gharantaly

Tidak ada komentar:

Posting Komentar