Senin, 26 Januari 2015

Apeulah

Sepertinya saya tidak bisa menahan diri saya untuk tidak marah dan kecewa.
Saya tidak habis pikir.
Berbagai macam uneg-uneg, teori konspirasi, rasa heran dan tidak percaya muteeer-muteeer di kepala.
Kok bisa
Kok tega

Yah, saya mah apa atuh.... Cuma ibu rumah tangga naif yang punya pikiran dasar bahwa semua orang baik. Kalo kita baik sama orang, pasti dia akan berbuat serupa.

Tapi rupanya tidak berlaku di politik yah....
Di politik, nomor satu adalah cari selamat.
Bahkan teman sendiri pun bisa didorong ke jurang demi cari selamt.
Teman sendiri bisa ditinggal di pesawat yang hampir tertabrak, demi menyelamatkan diri loncat dari pesawat dengan satu-satunya parasut yang tersisa.

Saya mah gak ngerti politik, belajar ilmu politiknya cuma 3sks jaman kuliah komunikasi.

One thing for sure politics change people.

Apa sebab sih saya ngalor-ngidul ngomongin politik?
Sesuatu mengganggu saya.
Tentang pemilihan pemimpin di lingkungan.
Luar biasa karena pemimpin-pemimpin yang lama sudah panas pantatnya ingin segera turun. Sementara tidak ada calon yang suka rela menggantikan.
Underline the word Sukarela.

Jadilah dibuat mekanisme pemilihan masing-masing warga memajukan 3 calon pilihannya.

Aaaagh.... I'm too mad even just to write it down.

.............

Baiklah. Setelah menenangkan diri kurang lebih 10 jam, mari kita lanjutkan lagi ceritanya.

Pak suwami yg suka hahahihi sama orang-orang dilingkungan ternyata masuk 3 besar yg dipilih.
Dan tanpa ditanya lagi kesediaannya, yup, kesukarelaannya.... Langsung di putuskan jadi orang nomor 2. Berdasarkan banyaknya suara yg masuk, doi nomor 2.
Gilingan padi disawah.
Tanpa babibu, dan sangat terburu-buru, ibarat orang sudah mules kebelet buang air..... Langsung diputuskan begitu.
Mbok yo ditanya dulu bersedia kagak??
Dalihnya, kalau ditanya bersedia dulu atau gak, katanya gak ada yang akan mau.
Halloooow.... Ya trus yang suaranya terbanyak ditumbalin gitu yah?
Apakabar musyawarah mufakat???

Dimana-mana, pemilihan bukan begitu kapteeeeeen.....
Nomor 1, ada kesediaan calon
Bila nomor 1 terpenuhi, peserta juga harus sepakat dong.
Pemilihan ulang dari 10 calon yang sudah terpilih masuk.
Lah kalo mau putusin aja, kasihan yang gak memilih ketiga calon diatas dong... dong... dong....

Kali udah saking kebeletnya pingin turun tuh.

Saya pribadi - kalau boleh protes - maunya protes.
Tapi apa daya, imam saya bilang jangan, just wait and see.

Katanya, kamu jangan kegabah.
Jangan bersikap seperti orang kalah perang.
Ya bayangkan yang jadi no 1, kaya apa lebih kecewanya. Kaya apa lebih keselnya.
All we have to do now is supporting each other.
Bantu mereka semampunya.
Kita kan gak seperti orang yang doyannya cuma cari selamat.

All i have to do now is supporting my imam. Kalo marah-marah kasian doi, dan sayang amat buang-buang energi.

Berdoa aja, semoga Allah kasih kami kekuatan dan petunjuk untuk selalu berada di jalan yang lurus.

Biar Allah yang bales.





- Posted using BlogPress from my iPhone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar